Dari seluruh kejahatan, tindak pidana korupsi merupakan kejahatan nomor satu yang saat ini menjadi prioritas Federal Bureau of Investigation (FBI). Demikian diungkapkan Direktur Divisi Penyelidikan FBI, Robert S. Mueller, di hadapan para pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 2 Februari 2011.
Alasannya, kejahatan korupsi dapat menjangkiti masyarakat, dimulai dari dalam rumah sendiri. "Kenapa FBI memprioritaskan ini, karena korupsi dapat membahayakan dan menghancurkan masyarakat," kata Mueller.
Sejak 100 tahun lalu didirikan sebagai lembaga penegak hukum federal di AS, Mueller menuturkan, FBI sudah melakukan upaya penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi. Tapi, sejak peristiwa serangan teroris 11 September 2001, pemerintah AS dan FBI mengubah skala prioritas menjadi upaya pencegahan serangan teroris dan perlindungan terhadap keamanan nasional. "Namun demikian, tetap tindak pidana yang nomor satu adalah korupsi," katanya.
Mueller yang sudah sejak 4 September 2001 diangkat mantan Presiden George W. Bush menjadi Direktur Badan Penyelidikan FBI menuturkan, dengan kerjasama antar lembaga pemberantasan korupsi di seluruh dunia, kejahatan ini diyakininya suatu saat dapat diberantas, termasuk tindak pidana pencucian uang.
"Jadi, sangat penting untuk FBI dan semua yang ada di dunia yang peduli terhadap korupsi untuk membangun kerjasama untuk mengindentifikasi, mengenali dari mana uang mengalir, berkembang biak, dan mengarah ke mana," tuturnya.
Mueller mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir FBI sudah menyelidiki pejabat pemerintah daerah, anggota parlemen, dan orang-orang yang menyalahgunakan kewenangan mereka untuk melakukan korupsi.
Dengan bekerja sama dengan KPK, Mueller berharap dapat menyusuri berbagai tempat yang selama ini dianggap aman pelaku korupsi. "AS sangat senang untuk membantu mengungkap berbagai hasil kejahatan yang disembunyikan dalam rekening bank tertentu di mana mereka pikir tidak akan bisa disentuh," tuturnya.
Banyaknya pejabat pemerintah di berbagai belahan dunia dalam menyalahgunakan kewenangannya untuk melakukan korupsi, kata Mueller, membuat kerjasama antar lembaga di seluruh dunia menjadi sangat penting dilakukan.
Ketua KPK Busyro Muqqodas mengungkapkan, keberhasilan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia selama ini tak lepas dari peran pemerintah AS. "Saya ketahui bahwa AS telah mengambil bagian yang penting dalam upaya ini," katanya.
Menurut Busyro, KPK dan FBI sudah menandatangai MoU untuk menguatkan kerjasama dalam memberantas korupsi. "Mesti ada kerjasama pemberantasan antikorupsi lintas negara. Hal ini mesti diatur dalam kerjasama bilateral atau multilateral," katanya. (kd)
